Categories: Nasional

Prabowo Dinilai Kelewat Santai Soal Melemahnya Rupiah, Padahal Pengamat Nilai Bisa Terjadi Goncangan Ekonomi

PAPUATENGAHPOST.COM, JAYAPURA – Presiden Prabowo Subianto dinilai terlalu santai merespons kondisi melemahnya Rupiah, dengan statement kontroversial yang menyebut ‘Orang desa tidak pakai Dolar’. Sejumlah pengamat ekonomi memberi kritik keras, dan sebagian menyoroti risiko PHK dan kemiskinan akibat kondisi depresiasi kurs.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terus melemah masih menjadi perbincangan hangat. Sebab, hal ini dipercaya memberikan sejumlah dampak negatif bagi roda perekonomian di Indonesia.

Dikutip dari jawapos.com, pengamat pasar modal, Hans Kwee, menjelaskan, salah satu dampak yang bisa terjadi yakni timbulnya pemutusan hubungan kerja (PHK) pada masyarakat jika kurs dolar terus tak terkendali.

“PHK itu bisa terjadi kalau apa? Kalau kurs dolarnya tidak terkendali, perusahaan rugi. 70 persen manufaktur kita bahan-bakunya itu diimpor. Kan selama ini perusahaan menahan dengan mengorbankan margin dia. Jadi dia tetap berproduksi, harga barang nggak naikin tinggi. Nah kalau lama, rupiahnya melemah, dia terpaksa harus naikin harga,” kata Hans Kwee, Minggu (17/5/2026).

Dia menegaskan, saat ini penduduk Indonesia banyak yang berada di kelas menengah ke bawah. Dirinya percaya bahwa gelombang PHK sendiri akan lebih berdampak pada masyarakat yang berada di kelas tersebut.

“Sebagian besar penduduk kita itu menengah ke bawah. Nah penduduk yang menengah ke bawah ini kalau ada goncangan ekonomi dia langsung berubah jadi kelas miskin. Nah itu yang jadi masalah,” jelasnya.

“Terutama kalau terjadi PHK massal. Jadi selama ini dia kerja, begitu dia di-PHK dia langsung jadi orang miskin,” imbuhnya.

Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto menanggapi santai atas pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang sempat menyentuh level Rp 17.600 per dolar AS.

Dia justru menyindir pihak-pihak yang dinilai terlalu cepat menyimpulkan Indonesia akan mengalami krisis hanya karena kurs rupiah melemah.

Menurut Prabowo, narasi bahwa Indonesia akan mengalami chaos atau kehancuran ekonomi terus berulang setiap kali terjadi gejolak nilai tukar.

“Ada yang selalu entah apa saya enggak mengerti. Sebentar-sebentar Indonesia akan collaps. Akan chaos, akan apa, ya kan? Rupiah begini, rupiah begini, dolar begini,” ujar Prabowo saat peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk, Sabtu (16/5/2026).

Dia menegaskan, mayoritas masyarakat Indonesia, khususnya di pedesaan, tidak menggunakan dolar AS dalam aktivitas sehari-hari. Karena itu, menurutnya, pelemahan rupiah tidak perlu disikapi secara berlebihan hingga memicu kepanikan publik.

“Orang rakyat di desa enggak pakai dolar kok. Iya kan?” ujarnya. (*)

Said

Recent Posts

  • Olahraga

Resmi! Neymar Jadi Andalan Brasil di Piala Dunia 2026

Setelah sempat diragukan karena kondisi kebugarannya, Neymar akhirnya dipastikan masuk dalam daftar final pemain yang…

5 days ago
  • Lifestyle

Lawan Penipuan Digital, Pemerintah Wacanakan Akun Medsos Wajib Nomor Telepon

Pemerintah tengah menyiapkan kebijakan baru yang berpotensi mengubah wajah dunia digital Indonesia. Menteri Komunikasi dan…

5 days ago
  • Papua

Kunker di Waropen, Gubernur Papua Dorong Pengembangan Bandara Botawa untuk Pesawat ATR

Rangkaian kunjungan kerja Gubernur Papua Matius D. Fakhiri di Kabupaten Waropen diisi dengan peninjauan Bandar…

6 days ago
  • Mimika

Papua Tengah Siaga Cuaca Ekstrem Tiga Hari ke Depan, Mimika dan Nabire Diimbau Waspada

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang membayangi wilayah Provinsi…

6 days ago
  • Papua Tengah

Natalius Pigai: Jika Tak Sepakat Isi Film, Klarifikasi atau Buat Film Tandingan

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menegaskan bahwa pelarangan pemutaran maupun nonton bareng (nobar)…

2 weeks ago
  • Papua Pegunungan

Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua Kunjungi Kabupaten Yalimo

Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Badan Gizi Nasional, Kementerian PUPR/Balai Regional Wamena melakukan…

2 weeks ago